Facebook

Galau

aulieya         No comments



إن الإنسان خلق هلوعا. وإذا مسّه الشر جزوعا. وإذا مسّه الخير منوعا. إلا المصلّين. الذين هم على صلاتهم دآئمون. (المعارج: 19-23)
“sesungguhnya manusia diciptakan bersifat mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah. Dan apabila dia mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir. Kecuali orang-orang yang melaksanakan salat. Mereka yang tetap melaksanakan salat.”


Dewasa ini kata galau sudah membuming dikalangan remaja. Semua perasaan mereka kaitkan dengan kata galau. Memang kosa kata ini sudah masuk dalam kamus bahasa Indonesia lama sebelum mereka berbondong-bondong menggunakannya di berbagai jejering sosial tuk mengeluh dan mengadu. Kala sedih dan gundah mereka tak lagi segan tuk memamerkannya ke semua orang. Mungkin dulu kita sering mendengarkan “pikiran kacau, perasaan tidak tenang, hati gelisah”, dan lain sebagainya.  Tapi kemudian semua orang jadi hemat vocab, GALAU. Mewakili semua perasaan gundah gulana.
Bukan ingin membahas kata galau, tapi saya lebih tertarik untuk mengkaji sedikit kenapa seseorang galau?. Kenapa seseorang gelisah? 

       Ketika tertimpa musibah, seakan hanya dia seorang yang mengalaminya. Seakan tidak ada yang bisa memahami keadaannya. Ingin rasanya menceritakan kepada dunia bahwa dia dilanda musibah yang besar. Pertanyaannya adalah, siapa yang memberikan musibah? Jawabannya Allah. So, kenapa kita tidak meminta kepadaNYA untuk meringankan kesedihan kita? Kenapa harus bercerita kesana kemari tuk mencari solusi? Percayalah, mereka hanya bisa mendengarkan, tidak bisa menyelesaikan. Hanya Allah lah yang mampu. Karena Ia maha segalanya. 

      Pun yang terpenting dari itu semua bukan memintaNYA meringankan beban atau kesedihan, tapi mintalah untuk selalu jadi yang terkuat. Bukan lemah terbawa kegundahan, tapi menjadi lebih kuat dari masalah itu sendiri.

Published by aulieya

Nulla sagittis convallis arcu. Sed sed nunc. Curabitur consequat. Quisque metus enim venenatis fermentum mollis. Duis vulputate elit in elit. Si vous n'avez pas eu la chance de prendre dans tous.
Follow us Google+.

0 komentar:

Contact

Powered by Blogger.