Ini mungkin akan terdengar sok suci,
tapi itulah yang berlaku. Sejak duduk di sekolah dasar sampai sekolah menengah
aku tidak pernah mengikut sertakan kertas kecil atau biasa dikenal kopean dalam
ruang ujian atau ulangan ku. Apa yang sudah aku pelajari, itu yang aku tulis
atas lembar jawaban. Karena yang namanya ulangan atau ujian adalah menguji dan
melihat berapa banyak materi yang menempel
di otak kita sudah pernah kita pelajari. Aku benar-benar tidak pernah melakukan
hal itu, dan sangat membenci apabila kudapati
ada salah satu peserta ujian yang berbuat curang begitu.
Bukan sok suci sob, ini soal prinsip dan kejujuran. jujur pada diri sendiri dan juga guru.
Walaupun begitu
aku akan memberi jawaban semampuku bila ada yang bertanya, tapi aku tidak akan
bertanya kepada kawan sampingku. Aahh sedikit perbaikan, bukannya tidak pernah
bertanya sama sekali, aku juga pernah bertanya dan itu masih bisa dihitung
dengan jari. Misalnya pelajaran matematika, fisika atau kimia. Aku memang
sangat lemah di bidang itu. Dan untuk yang kita sebut tadi –kopean- aku
benar-benar musuhan dengannya, paling tidak sampai tadi pagi.
Hari ini aku melanggar aturan yang aku
buat untuk aku sendiri. Kertas yang aku tuliskan kesimpulan materi, masih aku baca sampai beberapa
detik sebelum lembaran soal dan jawaban dibagikan. Tapi aku tidak melirik satu bab
yang ternyata tertera di lembar soal. Setelah menjawab 3 soal semampu kerja
ingatan kepalaku yang lumaya low quality ini, tinggallah soal yang dimaksud. Aku
terdiam untuk waktu yang lama dan kepalaku terus mengingat-ngingat jawabannya. Dari
sekian point aku hanya merekam point pertama, selebihnya BLANK. Sejujurnya ketika
belajar tuk persiapan final ini, aku todak terlalu fokus dengan bab satu ini. Kira-kira
30 menit aku menguras otak untuk menumpahkan segalanya, tetap saja jawaban itu
tidak kutemukan. Dan pada akhirnya aku mengambil kertas hvs A4 yang kuletakkan
dibagian bawah kursiku. Karena disana ada 3 kertas yang berbeda aku kesusahan
mengambinya. Usaha pertama gagal. Ini pengalaman pertamaku. Untuk kesekian
kalinya pak dosen keluar dari ruang final, aku kembali melancarkan rencana
tadi. Pada akhirnya aku berhasil memindahkan posisi secarik kertas tersebut
keatas mejaku, dan segera menyalin bagian yang kuincar dari tadi. Walaupun ada
kesempatan begitu, aku tidak menulis 100% sama persis, ada point yang tidak aku
tulis. Hemat energi hemat tenaga. Alias malas.
Berhasil dengan misi tersebut, aku juga memberi kertas ajaib
itu untuk kawan sampingku. Oh no. jahat kok ngajak-ngajak. Ya aku mulai jahat. Mungkin
akibat termakan kata-katanya, “dewi terlalu baik”.
:D
13 Ramadhan 1436H / 30 juni 2015


0 komentar: