Facebook

Aku Mulai Jahat!

aulieya         No comments



Ini mungkin akan terdengar sok suci, tapi itulah yang berlaku. Sejak duduk di sekolah dasar sampai sekolah menengah aku tidak pernah mengikut sertakan kertas kecil atau biasa dikenal kopean dalam ruang ujian atau ulangan ku. Apa yang sudah aku pelajari, itu yang aku tulis atas lembar jawaban. Karena yang namanya ulangan atau ujian adalah menguji dan melihat berapa banyak  materi yang menempel di otak kita sudah pernah kita pelajari. Aku benar-benar tidak pernah melakukan hal itu, dan sangat membenci apabila kudapati  ada salah satu peserta ujian yang berbuat curang begitu. 
Bukan sok suci sob, ini soal prinsip dan kejujuran. jujur pada diri sendiri dan juga guru. 
Walaupun begitu aku akan memberi jawaban semampuku bila ada yang bertanya, tapi aku tidak akan bertanya kepada kawan sampingku. Aahh sedikit perbaikan, bukannya tidak pernah bertanya sama sekali, aku juga pernah bertanya dan itu masih bisa dihitung dengan jari. Misalnya pelajaran matematika, fisika atau kimia. Aku memang sangat lemah di bidang itu. Dan untuk yang kita sebut tadi –kopean- aku benar-benar musuhan dengannya, paling tidak sampai tadi pagi.  

Hari ini aku melanggar aturan yang aku buat untuk aku sendiri. Kertas yang aku tuliskan kesimpulan materi, masih aku baca sampai beberapa detik sebelum lembaran soal dan jawaban dibagikan. Tapi aku tidak melirik satu bab yang ternyata tertera di lembar soal. Setelah menjawab 3 soal semampu kerja ingatan kepalaku yang lumaya low quality ini, tinggallah soal yang dimaksud. Aku terdiam untuk waktu yang lama dan kepalaku terus mengingat-ngingat jawabannya. Dari sekian point aku hanya merekam point pertama, selebihnya BLANK. Sejujurnya ketika belajar tuk persiapan final ini, aku todak terlalu fokus dengan bab satu ini. Kira-kira 30 menit aku menguras otak untuk menumpahkan segalanya, tetap saja jawaban itu tidak kutemukan. Dan pada akhirnya aku mengambil kertas hvs A4 yang kuletakkan dibagian bawah kursiku. Karena disana ada 3 kertas yang berbeda aku kesusahan mengambinya. Usaha pertama gagal. Ini pengalaman pertamaku. Untuk kesekian kalinya pak dosen keluar dari ruang final, aku kembali melancarkan rencana tadi. Pada akhirnya aku berhasil memindahkan posisi secarik kertas tersebut keatas mejaku, dan segera menyalin bagian yang kuincar dari tadi. Walaupun ada kesempatan begitu, aku tidak menulis 100% sama persis, ada point yang tidak aku tulis. Hemat energi hemat tenaga. Alias malas. 

Berhasil dengan misi tersebut, aku juga memberi kertas ajaib itu untuk kawan sampingku. Oh no. jahat kok ngajak-ngajak. Ya aku mulai jahat. Mungkin akibat termakan kata-katanya, “dewi terlalu baik”.
:D
 
13 Ramadhan 1436H / 30 juni 2015
Published by aulieya

Nulla sagittis convallis arcu. Sed sed nunc. Curabitur consequat. Quisque metus enim venenatis fermentum mollis. Duis vulputate elit in elit. Si vous n'avez pas eu la chance de prendre dans tous.
Follow us Google+.

0 komentar:

Contact

Powered by Blogger.