Facebook

Ada Samaloyang di Cairo

aulieya         2 comments
Tahun ini lagi-lagi aku merayakan lebaran Idul Adha dinegeri orang. Dengan perayaan ala kadarnya, halal bihalal dengan sesama mahasiswa Aceh di Cairo, silaturrahim kerumah-rumah dan ngumpul duduk santai ditempat yang telah disepakati cukup untuk menambah rasa gembira menutupi kesedihan dilanda sindrom homesick. Tapi semua itu tidak menutup kemungkinan untuk bisa merasakan kue-kue khas tanah kelahiran. 

Berbeda dengan dua tahun silam aku bisa merasakan karah yang biasa kusebut sendiri uempung mirik (sarang burung pipit) dirumah salah satu senior karena orangtuanya baru datang dari tamiang, lebaran ini aku bisa mencicipi kembang goyang yang biasa kita kenal samaloyang dengan lagu favorit anak-anak kecil dulu “seupet kuet samaloyang, adek tarek abang goyang”, dirumah kakak senior yang sudah berkeluarga. 

Kalau sudah begini tidak ada bedanya lebaran disini dengan disana, kampung halaman. Kekeluargaan dan sosial tinggi yang ditawarkan mahasiswa Aceh sendiri sudah mewakili semua. Walaupun disisi lain lain, disudut lain yang tak terlihat oleh siapapun, api rindu keluarga dikampung tetap mengobar, dan tak ada yang mampu memadamkannya. 
:)

Published by aulieya

Nulla sagittis convallis arcu. Sed sed nunc. Curabitur consequat. Quisque metus enim venenatis fermentum mollis. Duis vulputate elit in elit. Si vous n'avez pas eu la chance de prendre dans tous.
Follow us Google+.

2 comments:

  1. subhanallah kak wik ;) jadi pengennnsss
    mau dong kue samaloyang nyaaaa :D

    ReplyDelete
  2. hiihiii
    ad ilaaaa... udh nympe ksni aj...
    samaloyang ny sisa 2 lgi.. :-D

    ReplyDelete

Contact

Powered by Blogger.