Semua panitia melepaskan nafas lega. Akhirnya acara yang sudah dipersiapkan lebih kurang sebulan ini selesai juga. Walaupun masih ada kekurangan, seperti panggung yang sering kosong, kurangnya personil dokumentasi dan kurang profesioalnya personil dokumentasi yang ada -yaitu saya sendiri hehe-, tapi saya bisa melihat pancaran wajah-wajah puas, senang dan terhibur dengan sajian-sajian aneuk nanggroe. Dan dibandingkan penonton, panitialah yang lebih senang karena acaranya terbilang sukses.
Acara yang diketuai oleh bang Zahrul Bawady M. Daud ini dimulai sekitar pukul 16.00 CLT. Setelah penyampaian kata-kata sambutan, mulai dari ketua panitia, ketua KMA, Presiden PPMI dan pak SOSDIKBUD, dan pemotongan kue ulang tahun, ceremonial yang dipandu oleh bang Muhajir Fadli ini ditutup dengan rapai geleng. Semua penonton dibuat terpana dengan penampilan ini. Setelah itu acara diambil alih oleh MC. Dengan caranya masing-masing, MC bisa membawa or mengajak penonton, penonton dibuat terpingkal-pingkal dengan ulah mereka.
Setelah pemutaran Film Dokumenter, Joget crazy froq dijadikan Opening Attraction. Tiba-tiba kita semua dikejutkan dengan suara bentakan SC. Bang Farid marah-marah kepada penari diatas pentas dengan alasan beliau tidak suka dan merasa malu dengan penonton karena mereka kelamaan joget yang tak berguna itu. Beliau dengan nada sombong menantang mereka yang katanya menguasai semua kebudayaan Aceh. Tantangan diterima, mereka mencoba menampilkan sedikit tarian ranup lampuan, saman, rapai, dan likok pulo. Suasana mulai memanas semua penonton merasa kesal dan geram kepada SC, malah ada yang mau melemparkan sepatu. Tapi lima menit kemudian suasana kembali cair, gebrakan dari panitia berhasil.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan ucapan-ucapan ulang tahun dalam berbagai bahasa yang dipakai di Aceh, Nasyid yang dibawakan oleh grup Al-Manar, Hikayat yang dibacakan oleh Tgk. Rizwan Zakaria, Lc dan Idola Cilik. Hanin dengan pidatonya, Izla dengan puisinya dan tak kalah seru Naila dengan kepolosannya memegang mic ikut joget diantara mereka berdua.
Saman dan pembagian hadiah jadi acara selanjutnya. Kemudian Drama Kabaret atau sering dikenal dengan Operet menyedot banyak perhatian penonton. Drama yang diperankan oleh M.Farhan sebagai seorang anak yang merantau ke negeri orang ini (seru tapi lucu,or memukau, aleh peu hom) gk tw kata2 yg co2k dsni. Seorang anak yang sempat terpengaruh dengan teman-teman barunya bisa dengan segera sadar akan kekhilafannya dan tujuan utamanya ke negeri orang karena mendengar ceramah dari Waled Obama. (Sbnr’a pnulis msh bnyak ingin mjlskan ttng operet,,,,,,,ntar qt smbung ge ya)
Drama musikalisasi yang seharusnya menjadi acara selanjutnya, terpaksa dicancel karena waktu yang tak mendukung. Petugas tiba-tiba datang dan memperingati kalau salah kamil sudah harus dikosongkan dalam waktu 10 menit kedepan. Drama yang akan ditampilkan oleh Kareung ini memerlukan durasi waktu 20 menit. Tidak mau mengambil resiko diturunkan dari panggung, panitia langsung mengambil inisiatif untuk menampilkan acara setelahnya, yaitu pantomim yang hanya menghabiskan waktu 10 menit –katanya-.
Dalam waktu 20 menit, Salah Kamil kembali disulap seperti semula. Foto-foto sambil kerja menjadi penutup semua acara. Jarum jam menunjukkan pukul 23.30 ketika semua panitia meninggalkan Salah Kamil.
Eits… acara tidak selesai disitu, didepan meuligoe panitia mengguyurkan gabah plus ampas kelapa keatas kepala pak ketua kita, Tgk. Zahrul Bawady. Dari kejauhan aku memperhatikan aksi kocak para panitia, berlarian saling kejar-kejar bagai anak 8 tahun.
*tulisan lama (7nov2010)


0 komentar: